Learn Progressive Prompting

Materi Pembelajaran Peningkatan Produktivitas Publikasi Ilmiah Dosen melalui Progressive Prompting pada ChatGPT

A futuristic humanoid robot in an indoor Tokyo setting, showcasing modern technology.

CAKUPAN MATERI

Pengenalan Prompting dan ChatGPT

Dosen memahami pentingnya menyusun prompt yang tepat dan bagaimana prompting dapat mendukung penulisan ilmiah.

Teknik Dasar Menyusun Prompt yang Efektif

Memberikan kemampuan teknis dalam menyusun perintah yang dapat dipahami dan dijalankan AI secara efektif.

Progressive Prompting Berbasis Berpikir Kritis

Melatih pengguna menyusun prompt secara bertahap sesuai tahapan berpikir kritis.

Berpikir Kritis dalam Menyusun Prompt

Dosen dapat mengajukan pertanyaan yang jelas, terstruktur, dan mendalam, sehingga mampu menghasilkan output AI yang relevan, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan akademik serta publikasi ilmiah.

1. Pengenalan Prompting dan ChatGPT

Dosen memahami pentingnya menyusun prompt yang tepat dan bagaimana prompting dapat mendukung penulisan ilmiah

ChatGPT

ChatGPT merupakan salah satu contoh dari AI Generatif yang dikembangkan oleh OpenAI. Ia termasuk dalam kategori Large Language Model (LLM), yaitu model bahasa berskala besar yang dilatih menggunakan berbagai data teks dari internet untuk memahami konteks dan menghasilkan teks baru secara otomatis. Dengan kemampuan ini, ChatGPT dapat membantu pengguna untuk menjawab pertanyaan, merangkum, menulis ulang, hingga membuat konten berdasarkan permintaan pengguna.

AI Generatif

AI Generatif seperti ChatGPT bekerja dengan memprediksi kata-kata berikutnya dalam sebuah kalimat berdasarkan konteks yang diberikan. Karena dilatih pada miliaran data, model ini mampu memahami struktur bahasa dan menirukan gaya penulisan tertentu, termasuk gaya akademik.

Perbedaan Prompt Biasa dan Progressive Prompting

Prompt Biasa

Bersifat satu kali perintah, misalnya “Tolong buatkan paragraf latar belakang tentang topik A.”

Progressive Prompting

Merupakan pendekatan bertahap dan mendalam. Pengguna membimbing AI secara perlahan dari pertanyaan umum ke pertanyaan yang lebih spesifik, seperti:

  1. Apa isu utama dalam topik A?
  2. Apa penyebab dari isu tersebut?
  3. Bagaimanadampaknya dalam konteks tertentu?
  4. Bagaimana solusi atau pendekatan penelitiannya?
  5. Susun paragraf latar belakang berdasarkan hasil diskusi. Dengan progressive prompting, proses berpikir menjadi lebih sistematis dan mendalam.

2. Taknik Dasar Menyusun Prompt yang Efektif

Memberikan kemampuan teknis dalam menyusun perintah yang dapat dipahami dan dijalankan AI secara efektif.

Struktur Prompt yang Baik

Dalam berinteraksi dengan AI seperti ChatGPT, sangat penting untuk membuat prompt (perintah) yang jelas, spesifik, dan memiliki satu tujuan utama. Misalnya, daripada menulis “Tolong bantu saya menulis,” lebih baik menulis “Tolong bantu saya menulis paragraf pembuka untuk artikel ilmiah tentang dampak media sosial terhadap produktivitas dosen.”

Jenis Prompt

Jenis instruksi atau pertanyaan yang diberikan kepada model AI untuk menghasilkan respons tertentu

Intruksi Langsung

Memberikan perintah secara eksplisit. Contoh: “Buatkan ringkasan dari artikel ini dalam 100 kata

Perbandingan

Meminta AI membandingkan dua hal. Contoh: “Bandingkan gaya penulisan artikel ilmiah dan esai populer.”

Pertanyaan Terbuka

Memancing respon eksploratif. Contoh: “Apa saja faktor penyebab rendahnya produktivitas publikasi dosen?”

Studi Kasus

Memberikan konteks atau situasi nyata agar AI memberikan analisis atau solusi. Contoh: “Seorang dosen ingin menulis artikel tetapi kesulitan memulai. Berikan langkah-langkah awal yang bisa dilakukan.”

Contoh Prompt Baik vs Prompt Buruk

“Tolong bantu saya membuat outline artikel ilmiah tentang strategi pembelajaran berbasis teknologi di perguruan tinggi.” (jelas, spesifik, dan fokus)
Prompt Baik
“Tolong bantu saya.” (terlalu umum dan tidak jelas) ​
Prompt Buruk

3. Progressive Prompting Berbasis Berpikir Keritis

Melatih pengguna menyusun prompt secara bertahap sesuai tahapan berpikir kritis.

Apa itu Progressive Prompting

Progressive Prompting adalah teknik memberikan instruksi kepada AI (seperti ChatGPT) secara bertahap, dimulai dari pertanyaan atau perintah sederhana, lalu secara sistematis berkembang menjadi lebih kompleks. Tujuannya adalah untuk membantu pengguna membangun struktur pemikiran yang mendalam secara bertahap.

Mengapa Progressive Prompting Penting dalam Penulisan Akademik?

  • Dalam publikasi ilmiah, banyak bagian yang bersifat kompleks (misal: abstrak, kerangka teori, latar belakang).

  • Dengan progressive prompting, dosen tidak langsung meminta “buatkan artikel”, tapi menguraikan bagian-bagian penting secara bertahap, lalu meminta AI menghasilkan konten secara lebih fokus dan mendalam.

  • Contoh kasus: menulis abstrak → memecah jadi bagian: tujuan → metode → hasil → simpulan.

  • Memberi ruang berpikir & klarifikasi, bukan sekadar sekali tanya.

Tahapan dalam Progressive Prompting (Contoh Studi Kasus: Dosen ingin menulis artikel tentang " Literasi Digital pada Guru SD di Era Transformasi Digital")
Prompt 1 : Eksplorasi Awal

"Apa itu literasi digital dalam konteks pendidikan dasar?" Output ChatGPT: definisi umum dan pentingnya literasi digital pada guru SD.

Prompt 3: Struktur Akademik

"Buatkan kerangka artikel ilmiah dengan topik 'Literasi Digital pada Guru SD di Era Transformasi Digital', lengkap dengan subjudul dan urutan logis." Output ChatGPT: outline artikel, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, pembahasan, hingga kesimpulan.

Prompt 2: Penajaman Tujuan

"Apa saja tantangan guru SD dalam mengembangkan literasi digital di era transformasi digital?" Output ChatGPT: daftar hambatan seperti infrastruktur, pelatihan, dan keterbatasan pemahaman teknologi.

Prompt 4: Revisi dan Perbaikan

"Evaluasi latar belakang ini: [paste latar belakang] → dan berikan saran perbaikan dengan gaya akademik ilmiah." Output ChatGPT: memberi catatan perbaikan dari sisi kejelasan argumen, penguatan referensi, dan struktur paragraf.

PERBANDINGAN

Prompt Biasa Vs Progressive Prompting

Prompt Biasa

  • Contoh : “Buatlah artikel ilmian tentang literasi digital Guru SD
  • Hasil: Umum, tidak fokus, susunan tidak sistematis

Progressive Prompt

  • Contoh: (Lihat tahapan 1-4 pada diatas)
  • Hasil : Spesifik, mendalam, sesuai struktur akademik

4. Berpikir Kritis dalam Menyusun Prompt

Dosen dapat mengajukan pertanyaan yang jelas, terstruktur, dan mendalam, sehingga mampu menghasilkan output AI yang relevan, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan akademik serta publikasi ilmiah.

Mengaitkan Prompting dengan Pola Berpikir Kritis

Bagian ini menjelaskan bahwa untuk membuat prompt yang baik (terutama untuk penulisan akademik atau pembelajaran), dosen perlu melatih berpikir kritis. Artinya, saat membuat pertanyaan ke AI, jangan hanya bertanya fakta, tapi dorong untuk berpikir lebih dalam.

Contoh:

“Mengapa?”

mendorong AI menjelaskan sebab-sebab atau alasan

“Bagaimana?”

meminta penjelasan proses, mekanisme, atau hubungan.

“Apa dampaknya?”

mendorong analisis dan refleksi terhadap konsekuensi

Checklist : Menilai Kualitas Prompt

Apakah Prompt jelas dan terfokus?

Apakah sudah menyebutkan konteks?

Apakah memicu AI untuk memberikan jawaban yang bernilai tinggi?

Yuk Latihan !!!

Klik Logo Pojok Kanan Bawah
Ketikan "Hai" untuk mengaktifkan Bot
Bot Merespon